Yogyapos.com (YOGYA) - Budaya asli Indonesia memiliki banyak nilai kearifan yang perlu dikuatkan selain belajar dari negara Barat. Dalam konteks ini Indonesia dituntut dapat mempertahankan budaya sendiri, agar tidak kehilangan identitas menyusul pengaruh budaya asing yang semakin gencar di masa keterbukaan informasi atau era industri 4.0," kata Kasiyarno.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr H Kasiyarno MHum dalam seminar International Conference of Community Psychology, Humanizatin and Religio-Culture: Critical and Decolonial Voices, di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, Rabu (6/2/2019). Seminar yang dilanjutkan workshop mengenai psychology of oppression, biocultural community psychology dan juga tentang post disaster religious bassed psychosocial intervention, ini untuk memeriahkan Milad UAD Yogyakarta.
Menurut Kasiyarno, di era globalisasi ini pengaruh asing banyak sekali. Untuk itu kita perlu memperkuat budaya sendiri, mempunyai agama yang bisa menjadi tameng diri kita sehingga budaya-budaya kita tidak terpengaruh pada budaya lain.
Sementara itu produk yang dihasilkan dari konferensi ini berupa proceeding karya peserta konferensi. Paper peserta dikumpulkan dan dipublikasikan dalam bentuk proceeding sehingga bisa dibaca oleh banyak orang.
Seperti disampaikan Ketua Panitia Seminar, Ufi Faturahmah SPsi MPsi, tema itu dipilih karena dilatarbelakangi ilmu psikologi yang selama ini lebih banyak diwarnai oleh ilmu barat (utara). “Sedangkan Indonesia sendiri memiliki latar belakang budaya yang berbeda,” papar Ufi Faturahmah.
Di sisi lain, Elli Nur Hayati MPH PhD ketua Milad ke-58 UAD mengatakan studi tentang psikologi komunitas sangat banyak ditemukan di Afrika.
"Sedangkan di New Zaeland dengan suku Maori sebagai kaum pribumi minoritas, tentu memiliki kisah yang menarik," katanya.
Pada kesempatan itu Prof Mohamed Seedat, Ketua Institute for Social and Health Sciences dan Direktur Violence, Injury and Peace Research Unit di University of South Africa (UNISA) di Johannesburg, Afrika Selatan, mengapresiasi kebiasaan protokoler acara yang selalu dimulai dengan salam, do’a dan pembacaan Alquran.
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan komitmen simbolis masyarakat Muslim Indonesia yang mengutamakan aspirasi kesejahteraan dan perdamaian, yang ditebarkan kepada setiap orang secara inklusif dan setara.
Pembacaan al-Qur’an oleh perempuan yang lazim dilakukan masyarakat Indonesia, sulit didapati pada komunitas Muslim di Afrika Selatan.
"Hal ini mengindikasikan kesadaran Muslim Indonesia tentang kesetaraan gender bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dalam mengkaji al-Qur’an langsung dari sumber-Nya," kata Seedat, yang juga mengkaji prinsip dasar transformasi sosial menuju masyarakat berkeadilan dan damai.
Pada kesempatan itu Prof Seedat sampaikan konsep kesetaraan atas ketimpangan sosial, yang dapat merujuk pada Qur’an Surat Ali Imron ayat 110 dengan menempatkan humanisasi pada amar makruf (menyuruh pada kebaikan), liberasi pada nahi munkar (mencegah kemungkaran) dan transendensi pada tu’minubillah (beriman kepada Allah SWT).
Pada dasarnya, menurut dia, prinsip perdamaian secara universal dapat dilihat dari Rukun Iman yang dimanifestasikan dari tauhid individu menuju tauhid sosial.
Dan Prof Seedat meyakini bahwa kesadaran kritis individu dalam melihat realitas sosial yang dimanifestasikan oleh Rukun Iman menjadi skema strategis dalam meminimalisir kekerasan secara langsung, epistemik atau kultural, dan kekerasan struktural di masyarakatnya.
Ditambahkan Dessy Pranungsari dari Fakultas Psikologi UAD Yogyakarta, seminar itu diikuti 100 orang peserta dari dalam dan luar negeri: Indonesia, Afrika dsn Filipina. Keynote spesker Prof Hussein A Bulhan dari Frantz Fanin University (Somalia) dengan speaker adalah Dr Herlina Siwi Widiana (UAD), Dr Leigh Combes (Masey University New Zaeland) dan Prof Shahnaaz Suffla (University of South Africa).
Menurut Dessy, artikel terpilih akan dipublikasikan dalam Journal of Educational Health and Community Psychology (JEHCP-Terindeks Sinta 2), Humanitas (Terindeks Sinta 2) dan Journal of African Safety Promotion: A Journal of Injury and Violance Prevention. (Afn)
